RSS

Neo d’bodor

D’Bodors

Tidak banyak grup lawak yang bisa eksis bertahun-tahun dengan bermodalkan materi tradisional, dan salah satu yang mampu bertahan adalah kelompok lawak D’Bodors yang beranggotakan Raden Achmad Yusuf Wargapranata (Abah Us Us) yang identik dengan peniti raksasa, Uyan Suryana (Yan Asmi) yang selalu membawa gitar dan Kusye (Engkus) yang bertubuh kecil namun lincah. Trio pelawak asal Sunda yang berulangkali mengisi layar TVRI ini memang sudah lama tidak aktif lagi, namun peran mereka di dunia humor tak akan pernah terlupakan.       Ketiganya multitalenta, cerdas sekaligus menghibur namun tidak melupakan kultur Sunda yang kental. Komedi-musik yang mereka usung tak pernah lekang oleh jaman, ini dibuktikan dari penampilan-penampilan akhir mereka di tahun 2010 saat naik panggung di acara Zona Memori Metro TV. Walaupun sudah dimakan usia, mereka masih tetap sanggup mengocok perut dengan banyolan khas yang juga pernah mereka usung pada dekade 80an.Penampilan terakhir grup yang jaya di era 80-an itu adalah saat mengisi acara di Zona Memori Metro TV. Saat itu Abah Us Us Yan Asmi dan Kusye berhasil mengocok perut penonton sekaligus bernostalgia. Tema lawakan yang ditampilkan nyaris sama saat mereka jaya dulu tapi tetap mengundang tawa penonton. Abah Us Us juga sempat tampil dengan teman-teman D’Bodors-nya dalam tayangan komedi layar kaca Pas Mantab bareng Parto, Andre, dan Sule. Pelawak legendaris itu berhasil mendapatkan penghargaan “Life Achievement” dalam Festival Film Bandung, 23 April 2010 silam. Abah saat jayanya di era 60-an kerap dijuluki Jerry Lewis Indonesia. Lawakannya sangat cerdas memadukan antara lawakan dan musik humor. Apalagi dipadu dengan nuansa bobodoran ala Sunda dengan aksen pasundan yang sangat kental.D’Bodors di era jayanya sering tampil dalam acara-acara hiburan di TVRI dan tentu saja banyak ditunggu-tunggu pemirsanya. Biasanya mereka tampil di sela-sela acara musik seperti Selekta Pop, Aneka Ria Safari dan Kamera Ria. Tak heran gara-gara lawakannya yang sangat dinamis dan populer dipadu dengan musik serta lagu yang menarik, Abah Us Us bersama D’Bodor-nya beberapa kali masuk dapur rekaman. Grup ini sempat menelurkan sejumlah album musik dan lawak.Sebut saja album “Gadis dan Kumis”, “Gadis Manis Bau Jengkol” serta ‘Gadis 4 Sehat 5 Sempurna’. Lagu-lagu ini dibawakan dengan sangat jenaka. Bahkan grup ini juga membuat album kolaborasi dari Terminal Record dengan Desy Ratnasari bertajuk “Sari”.D’Bodors yang digawangi Abah Us Us, Kusye dan Yan Asmi merupakan generasi keempat dari kelompok lawakan ini. D’Bodors pertama, terdiri dari Teten Ahmad alias Mono (alm.) dan Dori (alm.). Kemudian D’Bodors kedua, Us-Us melawak bersama Suf Yusuf dan Rudi Jamil. Lalu yang ketiga, Us-Us melawak bersama Sambas anak Bandung.

PROFIL ABAH US US

Achmad Yusuf atau lebih dikenal dengan panggilan Abah Us Us atau Us Us (lahir di Bandung, Jawa Barat, 13 Juni 1939 – meninggal di Bogor, 8 Mei 2010pada umur 70 tahun) adalah seorang pelawak dan pemeran asal Indonesia. Ia terkenal dengan grup lawaknya,D’Bodors – bersama Yan Asmi atau Kang Uyan dan Kang Engkus – dan juga ikonnya yang menggunakan peniti besar di bajunya.

PROFIL YAN ASMI

Uyan Suryana atau lebih dikenal sebagai Yan Asmi (lahir di Sukabumi, Jawa Barat,15 Juli 1959 – meninggal di Sukabumi, 29 Maret 2010 pada umur 50 tahun) adalah seorang pelawak Indonesia dan dikenal sebagai anggota grup lawak D’Bodorbersama Us Us dan Kusye. Sebelum aktif di D`Bodor, Yan Asmi sempat menjadi pegawai honorer di Dinas Pendapatankota Sukabumi. Yan Asmi bergabung dengan D`Bodor tahun 1983 melalui sebuah cerita yang mirip dengan kisah FTV. Ketika itu, ia berangkat dari kota Sukabumi hanya bermodalkan Gitar nya, kemudian mengamen di pelataran salah satu rumah di Jakarta yang kebetulan adalh tempat dimana Abah Us Us dan Kusye tinggal. Pada saat itu, ia menyanyikan sebuah lagu miliknya yang berjudul Jagorawi, dan kemudian Us Us dan Kusye yang tertarik mendengar suaranya mengajak berkenalan dan kemudian mengajaknya tinggal di rumah tersebut untuk kemudian diperkenalkan dengan Alm. Eddy Soed. Kemudian seiring berjalan waktu, ia bergabung bersama grup lawak yang kemudian membesarkan namanya tersebut setelah sempat berkarir sebagai Composer dan menghasilkan beberapa album rekaman solo.Semasa hidupnya, ia tidak hanya aktif sebagai seniman dan budayawan namun juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Lingkungan Hidup. Salah satunya dengan mendirikan Yayasan PEPELING (Penduduk Peduli Lingkungan) yang atas kerja kerasnya tersebut berhasil mendapat apresiasi dari pemerintah mulai dari PemKot dan Pemkab, Pemerintah Provinsi di beberapa daerah, Kementrian Lingkungan Hidup, dan penghargaan dari Presiden RI. Diantara beberapa project yang pernah dijalankan antara lain Bola Voli Pohon bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup, dan “Menyulap” TPSA menjadi tempat yang layak huni. Terlepas dari beberapa kontroversi semasa hidupnya, beliau adalah salah satu pelawak terbesar di Indonesia. Dengan konsep “Canda Lewat Nada”, ia sangat menentang penggunaan lawakan slapstick ataupun yang menjurus pada kekerasan/menghina lawan mainnya. Beberapa lawakannya saat ini sering digunakan oleh Sule, antara lain Meniru suara Ebiet G Ade, rhoma Irama, dan menyambung lagu.

NEO D’BODOR 

Setelah ditinggalkan oleh kedua personel lainnya, akhirnya Kang Kusye membentuk neo d’bodor sesuai dengan pesan dari Abah Us Us sebelum meninggal. Neo d’bodor beranggotakan ben syafaat dan kang kusye. Dengan format yang tidak terlalu jauh berbeda, Neo d’bodor tampil kembali menghibur masyarakat.

Sebelumnya Benny kerap ikut manggung bersama  kang Usye, Awal ide membentuk Neo D’Bodors ini karena mereka sering mengisi siaran di salah satu radio swasta di Bandung dan tanggapan pendengar menyarankan kami untuk melanjutkan D’Bodors Benny Syafaat memeng merupakan penyiar cukup kritis di salah satu radio di Bandung yang juga penulis skenario sinetron.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 17, 2012 in yes I love Sunda

 

galengan sora awi

 

Musik adalah salah satu media untuk berekspresi. Mungkin itu pula yang ingin ditunjukan oleh kelompok musik ini, Galengan. Grup musik yang lahir pada tahun 2007 ini memang terbilang unik. Mulai dari genre yang mereka bawakan hingga alat musik yang digunakan.

Berawal dari keisengan, Galengan memulai karirnya. Seiring dengan berjalannya waktu, rupanya Galengan mendapat respek positif dari masyarakat. Mereka menampilkan kemampuannya dari panggung ke panggung bahkan seringkali tampil di televise.

Pada awalnya Galengan bernama KST (Kelompok Seni Tradisi) Galengan, namun Galengan mengalami perubahan nama menjadi Galengan sora awi hingga sekarang. Nama ini dipilih karena grup yang berangotakan Sembilan orang ini menilai grupnya memang tidak memiliki pakem tradisi lebih cenderung pada musik hiburan atau pengembangan dari seni tradisi. Kebanyakan alat musik yang digunakan pun merupakan bentuk modifikasi  dari alat musik terdahulu seperti kendang awi, degung awi, dan goong awi.

Nama galengan sendiri dipilih karena memiliki makna yang dalam. Galengan berarti pematang sawah. Seperti pematang sawah yang sempit, mereka ingin membuka jalan yang lebih besar dengan dimulai dari jalan yang kecil dan jangan pernah takut akan melangkah. Mereka juga menginginkan grup ini dapat berguna layaknya pematang sawah yang membantu pekerjaan petani. Hal tersebut menjadikan nama Galengan sarat akan makna dan motivasi hidup.

Galengan juga terbilang mengikuti perkembangan jaman. Lagu-lagu yang mereka mainkan biasanya merupakan lagu-lagu popular yang dibawakan ala galengan. Hal ini mereka lakukan agar musik yang mereka miliki bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat. Mereka terbiasa membawakan berbagai jenis lagu, namun tetap mempertahankan ciri khas sunda.

“Kita kan kebanyakan menggunakan alat musik kaulinan seperti karinding atau alat musik yang dimodifikasi. Jadi, itu membuat kita lebih original,” kata Agus anggota grup musik galengan.

Grup ini jg seringkali melakukan kolaborasi dengan grup lain yang memiliki aliran berbeda. Sebut saja PHB (Pemuda Harapan Bangsa), sebuah grup band anak muda yang memiliki genre yang sama sekali berbeda.

Galengan juga selalu berusaha untuk menambah jam terbang. Mereka ingin terus mempelajari berbagai macam genre demi menambah perbendaharaan musik. Mereka juga ingin mendapatkan pengakuan dari masyarakat Indonesia bahkan dunia.

“ya kami ingin diterima dunia. Kalau alat musiknya kan sudah seperti angklung dan lain-lain, nah kita pengen genre-nya jg bisa mendunia,” kata Bobeng manajer Galengan.

Untuk itu, Galengan sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah agar musik mereka bisa semakin meluas dan diterima masyarakat. Hal ini dimaksudkan demi mengharumkan nama bangsa khususnya daerah sunda dan kesenian musik dari awi (bambu).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 17, 2012 in yes I love Sunda

 

Hotel Sensa

Hotel Sensa merupakan hotel yang terletak di Jl. Cihampelas No. 160 Bandung yang masih dalam sati komplek Ciwalk. Tempat yang strategis dan nyaman membuat hotel ini menjadi tempat pilihan banyak pelancong. Hotel Sesa menyediakan 128 kamar, 6 ruangan meeting, kolam renang outdoor, tempat spa dan fitness, wi-fi gratis, dan masih banyak fasilitas lainnya. Dengan mengadaptasi konsep minimalis, Hotel ini tampak unik dari segi dekorasi. Keunggulan lain di Hotel Sesa adalah ruangan meeting. Ruangan meeting di Hotel Sensa memang dibuat terpisah pisah dengan fasilitas yang lengkap seperti screen, overhead projector, LCD TV dan lain lain. Kelebihan dari ruangan meeting ini mampu menampung sampai 90 pace. Yang patut dibanggakan juga adalah Hotel Sensa juga menggunakan konsep Go Green dengan cara Air Conditioner hanya dipasang di ruangan meeting dan kamar, serta menggunakan perangkap lalat dengan kepala udang  dan kakap.

Untuk Pemesanan kamar silahkan menghubungi nomor telp 0222061111 untuk layanan 24 jam. Informasi lebih lanjut tentang Hotel Sensa dapat dilihat di www.sensahotel.com.

Kamar Hotel Sensa

Kamar di Sensa Hotel terbagi menjadi 4 tipe,  superior, deluxe, junior ecxecutive, senior excecutive, dan sensa suit. Setiap kamar dilengkapi dengan king size bed dan mendapatkan free breakfast. Kamar yang ditawarkan juga dipastikan lebih luas dari penawaran hotel lain. Tempat yang cozy dan elegan menjadi keunggulan kamar di Hotel Sensa yang beralamat di Jl. Cihampelas 160 Bandung ini. Hotel Sensa juga memberikan diskon 10% untuk jasa laundry hingga Oktober 2012. Pelayanan yang ramah dan hangat akan menjamin kepuasaan anda.

Kolam Renang                         

Kolam renang di Hotel Sensa ini juga menawarkan view kota Bandung yang indah dengan suasana yang segar. Sambil menikmati keindahan kota Bandung, sajian hidangan dapat anda nikmati. Hanya dengan Rp.98.000 per orang, anda sudah dapat menikmati barbeque sepuasnya dari pukul 18.00 – 21.30 WIB.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 7, 2012 in perfect hideaway

 

REAK

Reak adalah sebuah kesenian yang memadukan reog, angklung, kendang pencak, dan topeng. Konon, kesenian ini lahir sekitar abad ke-12 di Sumedang. Ketika itu, Prabu Kiansantang (putra Prabu Siliwangi) menginginkan agar penduduk pulau Jawa, khususnya Jawa Barat menganut agama Islam. Dalam agama Islam, ada kewajiban bahwa seorang anak laki-laki harus dikhitan. Untuk mengurangi rasa takut anak-anak akan khitanan, maka sesepuh Sumedang menciptakan suatu kesenian yang bertujuan untuk mengurangi rasa takut. Kata reak ini berasal dari bahasa sunda “eak-eakan” yang berarti kehiruk-pikukan dan kesorak-soraian yang dimainkan minimal 20 orang.

Peralatan yang digunakan dalam kesenian tradisional reak ini adalah dogdog yang terbuat dari kayu, dan kulit, angklung yang terbuat dari bambu, kendang yang terbuat dari kayu dan kulit, goong yang terbuat dari perunggu, terompet yang terbuat dari kayu dan tempurung, topeng yang terbuat dari karton (kertas) dan kulit, dan kecrek yang terbuat dari besi.

Pementasan diawali dengan penabuhan dogdog. Bersamaan dengan tetabuhan ini para pemain berjalan mengelilingi arena/ termasuk para penggendang, pengangklung, dan pengegong.  Kesenian ini tidak hanya menunjukkan kelincahan para pemainnya dalam menggerakkan tubuh dan memainkan peralatan, tetapi juga menunjukkan gerakan-gerakan sedemikian rupa/ sehingga menarik penonton. Pendek kata, semuanya berusaha agar para penonton bersorak-sorai, dan tertawa terpingkal-pingkal. Lagu-lagu yang dilantunkan dalam sebuah pementasan reak pada umumnya lagu-lagu yang berjenis pupuh atau wawacan. Kesenian ini juga tidak terlepas dari unsur magis yang membuat para pemain atau warga yang menonton kehilangan kesadaran.

Banyak nilai yang bisa diambil dari pementasan reak antara lain kerjasama, kekompakan, ketertiban, ketekunan, kreativitas, kesadaran.Nilai kerjasama terlihat dari adanya kebersamaan dalam melestarikan warisan budaya para pendahulunya. Nilai kekompakan dan ketertiban tercermin dalam suatu pementasan yang dapat berjalan secara lancar.  Nilai kerja keras dan ketekunan tercermin dari penguasaan dan teknik pemukulan perangkat reak. Nilai kreativitas tercermin dari adanya usaha untuk menampilkan gerak yang bisa membuat penonton terpingkal-pingkal dan nilai kesadaran tercermin dari pengakuan bahwa manusia tidak lepas dari kekhilafan sebagaimana yang disamping ketua reak dalam sambutan pembukaan dan penutupan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 6, 2012 in yes I love Sunda

 

Calung

Anggota Lingkung Seni Gupay pada hari Minggu  (23/09/2012) menyelenggarakan pentas seni budaya 2012 di Sentra Wisata terpadu Manglayang, kelurahan Cipadung, kecamatan Cibiru. Acara ini berlangsung hingga hari Minggu (07/10/2012), dengan menyuguhkan beragam kesenian sunda. Kesenian tradisional sunda pertama yang disuguhkan pada hari pembukaan adalah kesenian calung. Calung tidak ubahnya dengan angklung, hanya terdapat perbedaan dalam memainkannya. Calung dimainkan bukan dengan menggoyangkan tabung bamboo tapi dengan memukul yang akhirnya menyusun tangga nada de-mi-na-ti-la. Bamboo yang digunakan adalah bamboo hitam atau awi wulung tapi tidak jarang juga menggunakan bamboo putih atau awi temen.

Calung pada awalnya digunakan sebagai pengiring lagu persembahan untuk Nyai Sri Pohaci (dewi padi) agar selalu menjaga lahan dari hama dan menghindarkan panen mereka dari malapetaka. Dalam perkembangannya, calung mengandung unsur gerak dan mistis dalam setiap pementasannya

Calung mempunyai dua arti yaitu alat karawitan dan sebagai seni pertunjukan. Pengertian calung  sesuai dengan apa yang dikemukakan dalam kamus bahada sunda terbitan Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda artinya tatabeuhan tina awi guluntungan, aya nu siga gambang, aya nu ditiir serta ditakolanna bari dijinjing. Calung ini dimainkan dengan takolan atau alat pemukul. Ujung yang satu diikat pada sebuah tiang, sedangkan ujung lainnya diikat pada tubuh si penabuh calung.

Pada awalnya calung bernilai ritual yaitu persembahan kepada dewi Sri atau dewi padi .Tetapi , dalam perkembangannya calung bergeser fungsi menjadi fungsi kesenian yang melahirkan musisi sunda seperti Darso yang telah dikenal sangat piawai dalam memainkan calung

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 6, 2012 in yes I love Sunda

 

PROGRAM TAYANGAN

1. Clip On

Hadir setiap hari pukul 16.00-16.30 WIB  yang menyuguhkan info musik dan menayangkan lagu pop indonesia

2. Tepas Bandung

Tayang setiap hari pukul 16.30-17.00 WIB yang menghadirkan tokoh masyarakat bandung dengan penyajian yang santai

3. Kamana atuh gaya

Hadir senin s/d kamis 17.00-17.30 WIB mengangkat para pedagang kali lima. Murah tapi tetep gaya euy!

4.  Ngopi yuu

Hadir tiap jumat 17.00-17.30 WIB mengangkat konsep cafe dan makanannya.

5. Inicoustic

Tayang sabtu s/d minggu 17.00-17.30 WIB menyajikan musik akustik yg bekerja sama dgn iniTV dan ParTV

6. Yes I Love Sunda

Tayang senin s/d jumat 17.30-17.55 WIB berisi info tentang kebudayaan dan kesenian sunda

7. Perfect Hideaway

Hadir sabtu s/d minggu pukul 17.30-17.55 WIB yang mengangkat profil hotel/ penginapan di bandung

8. Cermin

Hadir setiap hari pukul 18.15-18.30 WIB yang mengangkat problematika kehidupan yg ada. Ingin problemnya dibahas? Mention twitter @ichannel_bdg atau kirim ke email kita i_channel@ymail.com

9. Cangkurileung

Hadir senin s/d sabtu pukul 18.30-19.00 WIB menghadirkan info ttg kesundaan dan pemuda. Yang muda yang bangga sunda!

10. Ca’ur : carita anu ngahibur (@caurKomediSunda)

Tayang tiap minggu pukul 18.30-19.00 WIB yang akan menyegarkan suasana dalam tiap episodenya yang menghibur.

11. . SeKILL

Hadir senin dan rabu pukul 19.05-19.30 WIB yang berisi profil anak muda bandung yang punya keahlian di bidang tertentu.

12. Kuliah di bandung

Hadir tiap Selasa dan Kamis pukul 19.05-19.30 WIB yang mengangkat dunia kampus di bandung. Tunggu kedatangan kami di kampus kalian!

13. Yang Muda Sagala Bisa

Hadir tiap jumat pukul 19.05-19.30 WIB yang mengangkat UKM yang dipelopori oleh anak muda bandung.

14. Jarambah

Hadir setiap hari pukul 19.30-19.55 WIB, menjelajahi alam terbuka di bandung terutama yang memiliki nilai sejarah.

15. Bandung sepekan

Hadir setiap hari Minggu pukul 19.05-19.30 yang berisi berita selama sepekan di kota bandung.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 3, 2012 in Uncategorized

 

Hello world!

Untuk yang ingin memberikan saran atau juga ingin komunitasnya diliput bisa kirim email ke i_channel@ymail.com !

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 1, 2012 in Uncategorized