RSS

galengan sora awi

17 Nov

 

Musik adalah salah satu media untuk berekspresi. Mungkin itu pula yang ingin ditunjukan oleh kelompok musik ini, Galengan. Grup musik yang lahir pada tahun 2007 ini memang terbilang unik. Mulai dari genre yang mereka bawakan hingga alat musik yang digunakan.

Berawal dari keisengan, Galengan memulai karirnya. Seiring dengan berjalannya waktu, rupanya Galengan mendapat respek positif dari masyarakat. Mereka menampilkan kemampuannya dari panggung ke panggung bahkan seringkali tampil di televise.

Pada awalnya Galengan bernama KST (Kelompok Seni Tradisi) Galengan, namun Galengan mengalami perubahan nama menjadi Galengan sora awi hingga sekarang. Nama ini dipilih karena grup yang berangotakan Sembilan orang ini menilai grupnya memang tidak memiliki pakem tradisi lebih cenderung pada musik hiburan atau pengembangan dari seni tradisi. Kebanyakan alat musik yang digunakan pun merupakan bentuk modifikasi  dari alat musik terdahulu seperti kendang awi, degung awi, dan goong awi.

Nama galengan sendiri dipilih karena memiliki makna yang dalam. Galengan berarti pematang sawah. Seperti pematang sawah yang sempit, mereka ingin membuka jalan yang lebih besar dengan dimulai dari jalan yang kecil dan jangan pernah takut akan melangkah. Mereka juga menginginkan grup ini dapat berguna layaknya pematang sawah yang membantu pekerjaan petani. Hal tersebut menjadikan nama Galengan sarat akan makna dan motivasi hidup.

Galengan juga terbilang mengikuti perkembangan jaman. Lagu-lagu yang mereka mainkan biasanya merupakan lagu-lagu popular yang dibawakan ala galengan. Hal ini mereka lakukan agar musik yang mereka miliki bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat. Mereka terbiasa membawakan berbagai jenis lagu, namun tetap mempertahankan ciri khas sunda.

“Kita kan kebanyakan menggunakan alat musik kaulinan seperti karinding atau alat musik yang dimodifikasi. Jadi, itu membuat kita lebih original,” kata Agus anggota grup musik galengan.

Grup ini jg seringkali melakukan kolaborasi dengan grup lain yang memiliki aliran berbeda. Sebut saja PHB (Pemuda Harapan Bangsa), sebuah grup band anak muda yang memiliki genre yang sama sekali berbeda.

Galengan juga selalu berusaha untuk menambah jam terbang. Mereka ingin terus mempelajari berbagai macam genre demi menambah perbendaharaan musik. Mereka juga ingin mendapatkan pengakuan dari masyarakat Indonesia bahkan dunia.

“ya kami ingin diterima dunia. Kalau alat musiknya kan sudah seperti angklung dan lain-lain, nah kita pengen genre-nya jg bisa mendunia,” kata Bobeng manajer Galengan.

Untuk itu, Galengan sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah agar musik mereka bisa semakin meluas dan diterima masyarakat. Hal ini dimaksudkan demi mengharumkan nama bangsa khususnya daerah sunda dan kesenian musik dari awi (bambu).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 17, 2012 in yes I love Sunda

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: